Senjata amerika yang paling brutal

Jumat, 14 Oktober 2011

Amerika Serikat (AS) memamerkan senjata yang menjadi salah satu faktor kritis keberhasilan invasi mereka atas Iraq beberapa tahun lalu. Padahal, sebelumnya AS bungkam saat dunia internasional mempertanyakan perihal senjata terbaru mereka yang disebut sebagai "Senjata paling brutal dan tidak manusiawi sepanjang sejarah perang." Robert Cartwright, Jendral tertinggi kedua dalam militer AS, mengumumkan bahwa persepsi dunia tentang kebrutalan senjata mereka sama sekali tidak benar. Justru, senjata tersebut tergolong dalam kategori non-offensive weapon (NOW).



Seorang anggota pasukan USMC menyamar menjadi sapi di Iraq. Di kejauhan terlihat anggota lain menyamar menjadi pohon dan batu.
Senjata yang hanya disebut sebagai "Senjata ajaib" tersebut mampu menyamarkan pasukan AS menjadi benda apa saja. Uji coba penggunaan senjata ini di Iraq oleh pasukan US Marine Corps (USMC) berakhir dengan sukses besar.


Diakui oleh Jendral Cartwright, salah satu alasan invasi AS ke Iraq adalah untuk menguji teknologi militer terbaru mereka. Senjata yang termasuk kategori NOW tidak melanggar konvensi internasional dan Hak Asasi Manusia. Meskipun tidak menunjukkan bentuk senjata tersebut secara fisik, namun Jendral Cartwright menjelaskan bahwa senjata ini dibuat khusus untuk pasukan USMC karena mereka terlatih untuk bertempur dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 7 - 10 orang sehingga penyamaran akan menjadi lebih efektif.

Mengenai kekhawatiran akan efek samping terhadap anggota pasukan yang menggunakan senjata ini, Jendral Cartwright mengatakan bahwa semuanya telah diantisipasi. "Penyumbatan pembuluh darah ke otak dan penurunan kinerja jantung, tapi itu bisa diatasi dengan persiapan medis pra-misi," jelasnya. Sebelumnya, AS dituduh mengembangkan senjata brutal berupa roket yang memiliki dua arah ledak. Hasil rekaman video menunjukkan roket ini menghancurkan sebuah gedung dengan ledakan pertama secara vertikal, menyebabkan atap dan lantai hancur, disusul ledakan kedua secara horizontal yang meratakan gedung dengan tanah.

Penggunaan roket tersebut dikhawatirkan bisa melukai penduduk sipil yang bersembunyi di lantai bawah tanah rumah mereka jika terperangkap dalam pertempuran.

Source : http://silahkandipilih.blogspot.com/

0 comments:

Posting Komentar